Bathin Solapan, Riauline.com — Pendidikan kepramukaan tidak hanya berbicara tentang baris-berbaris, tali-temali, atau keterampilan berkemah. Lebih dari itu, Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab generasi muda. Di balik proses pendidikan tersebut, ada sosok pembina yang memegang peranan penting dalam membentuk tunas-tunas bangsa.
Semangat itulah yang mewarnai pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bathin Solapan di SDN 13 Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini dibuka langsung Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bengkalis, Edi Sakura, S.Pd., M.Pd., sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga pembina kepramukaan.
Dalam kesempatan tersebut, Edi Sakura menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bathin Solapan beserta seluruh panitia yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan KMD menjadi langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia Gerakan Pramuka, khususnya para pembina yang berada di garis terdepan pendidikan kepramukaan di gugus depan.
"Seorang pembina Pramuka bukan sekadar bertugas menyampaikan materi latihan kepada peserta didik. Pembina juga memiliki tanggung jawab besar sebagai teladan, motivator, pendamping, sekaligus pendidik yang membantu membentuk kepribadian generasi muda. Karena itu, kualitas seorang pembina akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembinaan di lingkungan sekolah maupun gugus depan," ujarnya.

Menurutnya, pembina harus terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kemampuan mendidik agar mampu menjawab tantangan pembinaan generasi muda yang semakin berkembang.
Kepada seluruh peserta KMD, Edi Sakura berpesan agar mengikuti setiap tahapan kursus dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Kesempatan mengikuti pendidikan dasar bagi pembina ini, katanya, harus dimanfaatkan untuk menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari para pelatih maupun narasumber.
"Keberhasilan KMD tidak cukup hanya diukur dari keikutsertaan peserta selama kegiatan berlangsung. Edi berharap, ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di gugus depan masing-masing. Dengan demikian, materi yang dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bekal dalam merancang latihan yang mendidik, menarik, dan bermanfaat bagi peserta didik," harapnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pelatih yang memiliki tanggung jawab membimbing peserta selama kursus. Edi berharap para pelatih dapat memberikan pendampingan dengan penuh dedikasi serta membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pembinaan kepramukaan di lapangan.
Lebih jauh, ia mendorong Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bathin Solapan agar terus menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas pembina secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas pendidikan kepramukaan, sekaligus memperluas kesempatan bagi para pembina untuk mengembangkan kompetensi dan meningkatkan mutu pembinaan di Kabupaten Bengkalis.
Edi Sakura mengingatkan bahwa kemajuan Gerakan Pramuka tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara kwartir, pembina, pelatih, majelis pembimbing, pemerintah, serta seluruh pihak terkait. Ia berharap KMD di Bathin Solapan mampu melahirkan pembina-pembina yang berdedikasi, berintegritas, menjadi teladan, dan siap mengabdikan diri dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
"Sebab, masa depan Gerakan Pramuka turut ditentukan oleh kualitas mereka yang mendidik dan membimbing tunas-tunas bangsa hari ini," tegas Edi Sakura.
Komentar Anda :