Dari Pajak untuk Pembangunan: Desa Api-Api Gencarkan Kesadaran Warga Bayar PBB-P2
Bandar Laksamana,Riauline.com – Kesadaran membayar pajak menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung pembangunan daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, menggelar sosialisasi peningkatan pajak daerah di Kantor Desa Api-Api, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah desa dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya peran pajak dalam mendukung berbagai program pembangunan.
Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Desa Api-Api, Nuriham, A.Md. Turut hadir sebagai narasumber Kepala UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kecamatan Bukit Batu, Dunny Duvira, S.Pd. Hadir pula Kasi Tata Pemerintahan Desa Api-Api Hendri Iwan Santoso, Wakil Ketua BPD Syamsul Bahri, para Ketua RT/RW, serta kolektor pajak desa.
Dalam sambutannya, Nuriham menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban perpajakan, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
"Pajak bukan hanya sekadar kewajiban administrasi, melainkan bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan daerah. Semakin tinggi tingkat kepatuhan warga dalam membayar pajak, semakin besar pula peluang pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang merata," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Bapenda Kecamatan Bukit Batu, Dunny Duvira, menjelaskan bahwa PBB-P2 merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat penting. Dana yang terkumpul dari pajak akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Dunny menekankan bahwa upaya meningkatkan kesadaran masyarakat harus dimulai dari lingkungan pemerintahan desa itu sendiri. Aparatur desa, perangkat RT/RW, serta para tokoh masyarakat diharapkan dapat menjadi contoh dalam menunaikan kewajiban pajak tepat waktu.
“Minimal dari diri kita sebagai perangkat desa dan RT terlebih dahulu untuk membayar PBB-P2. Jika kita memberi contoh yang baik, masyarakat akan lebih termotivasi untuk ikut berpartisipasi dalam pembayaran pajak,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Api-Api untuk memahami manfaat nyata dari pajak. Menurutnya, berbagai sektor seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga pendidikan sangat bergantung pada optimalisasi penerimaan daerah, termasuk dari sektor PBB-P2.
Dalam kesempatan tersebut, peserta sosialisasi juga mendapatkan informasi mengenai kemudahan pembayaran pajak yang kini semakin modern dan praktis. Pemerintah telah menyediakan berbagai kanal pembayaran yang dapat diakses masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
"Selain melalui Bank Riau Kepri, pembayaran PBB-P2 juga dapat dilakukan melalui gerai Indomaret, Alfamart, aplikasi dompet digital, hingga metode pembayaran berbasis QRIS. Bahkan masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi SIPBukas yang tersedia untuk diunduh melalui perangkat telepon pintar," kata Dunny.
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemerintah Desa Api-Api berharap tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak terus meningkat. Sebab pada akhirnya, setiap rupiah yang dibayarkan akan kembali menjadi manfaat bagi masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan, pelayanan publik yang lebih baik, serta kemajuan Desa Api-Api dan Kabupaten Bengkalis secara keseluruhan.
Komentar Anda :