Puting Beliung Terjang Desa Api-Api, SMPN 1 Bandar Laksamana Rusak Parah dan Sejumlah Rumah Warga Terdampak
Bandar Laksmana,Riauline.com – Pemerintah Kecamatan Bandar Laksamana bergerak cepat melakukan penanganan pascabencana angin puting beliung yang menerjang Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu (7/6/2026) pagi. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada bangunan sekolah, rumah warga, serta sejumlah fasilitas umum.
Sebagai tindak lanjut atas arahan Bupati Bengkalis, rapat koordinasi penanganan bencana segera digelar pada hari yang sama. Rapat dipimpin langsung Camat Bandar Laksamana, Riski Afriandi, dan dihadiri berbagai unsur terkait, mulai dari Dinas Pendidikan, anggota DPRD Bengkalis Ahmad Husen, TNI-Polri, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat.
Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa peristiwa angin puting beliung terjadi sekitar pukul 08.45 WIB di wilayah Desa Api-Api. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menyebabkan pohon tumbang, merusak bangunan sekolah, serta menerbangkan atap sejumlah rumah warga.
Dikatakan Camat, Kerusakan terparah terjadi di SMP Negeri 1 Bandar Laksamana. Sedikitnya sembilan ruang kelas mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu ruang perpustakaan roboh dan satu rumah dinas guru turut terdampak. Akibat kejadian tersebut, hampir seluruh buku perpustakaan dan bahan ujian siswa yang akan digunakan pada Senin (8/6/2026) dilaporkan basah terkena hujan.
"Tidak hanya sekolah, dua rumah warga yang berada tepat di seberang SMPN 1 Bandar Laksamana juga mengalami kerusakan cukup serius. Rumah milik Salbiah dan satu rumah warga lainnya yang merupakan rumah panggung berdinding papan mengalami kerusakan pada bagian atap dan struktur bangunan," kata Camat.
Selain itu, tiga rumah warga lainnya dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Beberapa bagian atap dan plafon rumah terangkat akibat terpaan angin kencang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan cukup besar.
Camat mengatakan bahwa pemerintah kecamatan bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat guna memastikan aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
“Prioritas utama saat ini adalah membersihkan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan, memastikan keselamatan warga, serta menyiapkan lokasi alternatif untuk kegiatan belajar mengajar siswa SMPN 1 Bandar Laksamana,” ujar Riski dalam rapat koordinasi penanganan bencana.
Ia menjelaskan, untuk sementara proses pembelajaran siswa akan dipindahkan ke ruang kelas madrasah yang dinilai layak digunakan sambil menunggu perbaikan gedung sekolah yang rusak. Sementara itu, pihak PLN juga telah diminta segera melakukan perbaikan terhadap tiang dan jaringan listrik yang terdampak bencana.
Riski mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang hadir dalam rapat, mulai dari unsur pemerintah, TNI-Polri, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat yang turut membantu proses evakuasi dan penanganan awal. Ia berharap sinergi tersebut dapat mempercepat pemulihan kondisi Desa Api-Api sehingga aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Komentar Anda :