Di Tengah Keraguan, Desa Pangkalan Jambi Membuktikan Integritas dan Jadi Terbaik Anti Korupsi se-Riau
Pekanbaru,Riauline.com - Di tengah hiruk-pikuk wacana tentang korupsi yang kerap melekat pada birokrasi, Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, justru menghadirkan kabar yang menyejukkan. Desa ini dinobatkan sebagai terbaik pertama Desa Percontohan Anti Korupsi se-Riau, sebuah capaian yang lahir dari kerja sunyi dan konsistensi panjang.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Pekanbaru, Senin (26/1/2026). Di ruang penuh simbol kehormatan itu, nama Pangkalan Jambi bergema sebagai representasi desa yang berani memilih jalan integritas, meski tak selalu mudah.
Bagi Novri Jefrika, Kepala Desa Pangkalan Jambi, penghargaan ini bukan sekadar trofi atau piagam. Lebih dari itu, ia adalah pengakuan atas semangat kolektif perangkat desa dan masyarakat yang sepakat menempatkan kejujuran sebagai fondasi utama pemerintahan.
“Ini bukan tentang saya, tapi tentang kami,” ucap Novri lirih namun tegas. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim Pemerintah Desa Pangkalan Jambi yang bekerja tanpa sorotan, menjaga setiap proses agar tetap berjalan sesuai aturan dan nurani.
Perjalanan menuju predikat desa anti korupsi, menurut Novri, bukan tanpa luka. Kritik tajam, keraguan publik, bahkan prasangka, kerap menghampiri. Namun, ia memilih tidak larut dalam polemik, melainkan menjadikannya bahan bakar untuk bekerja lebih baik.
“Kami paham, keberhasilan tidak selalu disambut tepuk tangan. Tapi kami percaya, kerja yang jujur tidak membutuhkan pembelaan emosional. Cukup dibuktikan dengan data, aturan, dan hasil,” ujar Novri sambil mengungkapkan mendapat umroh dari Plt Gubri sebagai hadiah dari prestasi yang diraih.

Bupati Bengkalis Kasmarni turut hadir dalam acara penyerahan desa percontohan anti korupsi.
Prinsip itu tercermin dalam tata kelola desa yang semakin terbuka. Mulai dari perencanaan, pengelolaan anggaran, hingga pelayanan masyarakat, semuanya diarahkan agar bisa diakses dan diawasi bersama. Transparansi bukan lagi jargon, melainkan kebiasaan.
Tak heran, dari tujuh desa di Riau yang masuk nominasi sebagai desa percontohan anti korupsi, Pangkalan Jambi tampil menonjol. Penilaian tidak hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga konsistensi dan komitmen nyata di lapangan.
Acara penganugerahan ini turut dihadiri Bupati Bengkalis Kasmarni, Sekda Bengkalis Ersan Saputra, Kadisbudparpora Edi Sakur, Kadis PMD Ismail, serta Kepala Inspektorat Radius Akima, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan integritas pemerintahan desa.
Bagi masyarakat Pangkalan Jambi, penghargaan ini adalah harapan. Bahwa desa bisa menjadi ruang yang bersih, adil, dan melayani tanpa pamrih. Sebuah pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa kecil.
Dan bagi Pangkalan Jambi sendiri, predikat terbaik pertama ini bukan garis akhir, melainkan titik awal. Sebab menjaga integritas jauh lebih sulit daripada meraihnya dan mereka memilih untuk tetap berjalan, meski tanpa sorak-sorai.
Komentar Anda :