Dipicu Ayam MBG Dikembalikan, Karyawan SPPG Beringin Dihajar Dua Pria, Polisi Buru Pelaku
Bengkalis,Riauline.com - Aksi dugaan penganiayaan terhadap seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, menghebohkan masyarakat. Insiden yang diduga dipicu persoalan pengembalian bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kini telah ditangani pihak kepolisian.
Korban diketahui bernama Hafizat Hakim alias Adam. Ia diduga menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh dua orang pria pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.56 WIB di area SPPG Beringin.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasi Humas AIPDA Juliandi Bazrah, S.Pd membenarkan bahwa laporan dugaan penganiayaan tersebut telah diterima Polsek Pinggir dan saat ini sedang diproses sesuai ketentuan hukum.
"Laporan sudah kita terima. Korban sudah diperiksa dan visum pun sudah kita ambil," ujar Juliandi saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, setelah menerima laporan, jajaran kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan serta memburu para terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
"Tim sudah bergerak ke lapangan mencari keberadaan pelaku. Kasus ini akan segera kami tangani," tegasnya.
Peristiwa itu turut terekam kamera pengawas (CCTV) yang berada di lokasi kejadian. Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik dugaan penganiayaan yang kini menjadi salah satu barang bukti dalam penyelidikan polisi.
Dalam rekaman CCTV, dua pria yang mengenakan pakaian berwarna merah dan hitam terlihat memasuki area SPPG Beringin. Tidak lama kemudian, suasana yang semula tampak normal berubah menjadi aksi kekerasan.
Pria berbaju merah diduga lebih dahulu mendorong dan menampar korban hingga tubuhnya tersandar ke dinding.
Sesaat kemudian, pria berbaju hitam diduga melayangkan pukulan ke arah wajah korban. Setelah melakukan aksinya, kedua pria tersebut langsung meninggalkan lokasi.
Kepala SPPG Beringin Talang Muandau, Ivan Wiliam Seragih, mengungkapkan bahwa dugaan penganiayaan tersebut dipicu oleh pengembalian satu plastik ayam yang sebelumnya diterima untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Talang Muandau.
Menurut Ivan, saat dilakukan pemeriksaan terhadap bahan pangan yang diterima, ditemukan satu plastik ayam yang telah berubah warna menjadi kebiruan sehingga diduga tidak layak untuk diolah maupun disajikan kepada para penerima manfaat MBG. Demi menjaga kualitas dan keamanan makanan, ayam tersebut dikembalikan kepada pemasok.
"Kemungkinan mereka tidak menerima keputusan itu," ujar Ivan.
Ia juga menyesalkan terjadinya aksi kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui komunikasi dan jalur hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri. Hingga kini, polisi masih memburu para terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Komentar Anda :