Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Mahasiswa KKN bersama Orang Tua Tewas Disambar Petir di Pantai Tanjung Lapin
Kamis, 18-08-2022 - 14:41:35 WIB |
Seorang warga Kecamatan Rupat Utara menunjuk lokasi meninggalnya mahasiswa KKN bersama orang tuanya akibat tersambar petir ketika berada didalam pondok di Panatai Tanjung Lapin Rupat Utara.
TERKAIT:
   
 

BENGKALIS,Riauline.com - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis membuat luka yang mendalam bagi civitas akademika IATF Dumai. Pasalnya seorang mahasiwa kuliah kerja nyata (KKN) dari IATF Dumai bernama Novia Mustika (23) dan ayahnya Abdul Hakim Muslim (45) warga Jalan Punak Gang Ikhlas Purnama Kota Dumai meninggal di tempat, Rabu (17/8/2022) sekitar pukul 15.45 WIB. Peristiwa itu terjadi di Pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis.

Camat Rupat Utara Afrizal yang mengaku berada di lokasi kejadian mengatakan, sore itu dia baru selesai mengikuti pawai karnaval 17 Agustus. Dirinya dikejutkan adanya informasi warga yang disambar petir.

 "Ya, saya ada di sana. Saya ikut membantu evakuasi kedua korban yang disambar petir tersebut," ujarnya.
 
Ia menyebutkan, mahasiswi KKN IATF Dumai ini kedatangan kedua orang tua dan adiknya dari Dumai. Karena baru datang, Novia Mustika pun membawa kedua orang tua dan adiknya itu ke Pantai Tanjung Lapin.

"Waktu mereka duduk-duduk dan hujan turun sangat deras dan tiba-tiba petir yang keras menyambar pondok tempat mereka berteduh. Ketika itu ayahnya tersambar dan anaknya sempat terpental dari pondok dan meninggal," ujarnya.

Afrizal menyebutkan, kondisi korban (Abdul Hakim) mengalami luka hangus di bagian dada dan di bagian hidung mengeluarkan darah. Sedangkan sang anak (Novia Mustika) mengalami luka memar di bagian dada.

Evision Afrizal dan warga pun langsung membawa kedua korban ke klinik kesehatan (dokter praktek) tak jauh dari kejadian. Setelah diperiksa keduanya langsung dibawa dengan menggunakan dua ambulans ke Dumai.

"Ya, sekitar pukul 17,30 WIB baru berangkat dari Rupat dan kami sudah hubungi ro-ro di Rupat untuk menyeberang dan diperkirakan pukul 20.00 WIB sampai di Dumai," ujarnya.

Sementara itu Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko SIK ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Rupat Utara, AKP Abdul Wahab malam tadi menyebutkan, kronologis kejadian sore itu sekitar pukul 15.45 WIB di Pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak, terjadi hujan deras disertai petir.

Disebutkannya, korban meninggal bernama Abdul Hakim Muslim (45) dan Novia Mustika (23) warga Jalan Punak Gang Ikhlas Purnama Kota Dumai. Novia Mustika, mahasiswa IAITF Dumai yang sedang melakukan KKN di Desa Tanjung Punak. Sedangkan saksi di antaranya, Meldiani Alfia (41) dan Alissya Nabilla Bunga (12) (ibu dan adik korban).

Sedangkan saksi lain Ramlah (pemilik warung) warga Jalan Ismail Imar Desa Tanjung Punak. Dari keterangan sementara yang dikumpulkan polisi, kata Kapolres, Novia bersama ayah, ibu dan adiknya pergi ke Pantai Tanjung Lapin untuk berlibur. Satu keluarga tersebut singgah di warung milik Ramlah (saksi 3) untuk beristirahat serta memesan makanan, pada saat itu kondisi cuaca gerimis. Sedangkan berdasarkan keterangan istri korban, sekitar pukul 15.45 WIB cuaca sedang hujan gerimis dan disertai petir dan tanpa disadari tiba-tiba petir menyambar dengan keras dari atas ke dalam pondok warung tempat beristirahat.

"Pada saat bersamaan warung tersebut roboh menimpa suaminya dan anak korban terpelanting ke tanah," ujarnya.

 Menurut saksi Ramlah, kata Kapolres, berselang beberapa menit kejadian warga sekitar membantu korban dan saksi untuk dievakuasi, namun kondisi kedua korban (ayah dan anak) telah meninggal dunia. Pada pukul 16.30 WIB kedua korban dievakuasi warga menggunakan kendaraan pribadi menuju klinik dokter Wahyudi di Jalan Rupat Desa Tanjung Medang dan sesampainya di klinik kedua korban sudah meninggal dunia.

"Pada pukul 17.40 WIB kedua korban serta saksi (1 dan 2) di bawa menggunakan 2 unit mobil ambulans Puskesmas Tanjung Medang dan ambulan Desa Tanjung Medang untuk di berangkatkan ke Kota Dumai yang rencana keluarga korban akan dimakamkan di Dumai," ungkap Kapolres.

Sementara itu, Ketua IATF Dumai DR H Rizal Akbar mengatakan, pada saat kejadian kebetulan dirinya sedang berada di Rupat Utara dan mendapat kabar itu dirinya langsung terkejut. Rizal mengaku turut prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa mahasiswanya yang sedang menjalankan tugas KKN di Desa Tanjung Punak, Rupat Utara.


 "Ya, saya sedang di sana dan setelah dipastikan sudah tak bernyawa oleh dokter, maka kami langsung menemani korban menggunakan dua ambulans dibawa ke Dumai, di rumah duka," ujarnya.







 
Berita Lainnya :
  • Mahasiswa KKN bersama Orang Tua Tewas Disambar Petir di Pantai Tanjung Lapin
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Dari Helm hingga Kesadaran Lingkungan, Pertamina Sungai Pakning Ajak Warga Bangun Budaya Selamat dan Bersih
    02 Detik-Detik Lantai Dua Tangsi Belanda Runtuh, Studi Tur Berubah Jadi Ujian Keselamatan
    03 Menuju HPN 2026, JMSI Bengkalis Perkuat Peran dan Kolaborasi Media Siber
    04 Dari Sungai Pakning ke Tapanuli Tengah, Uluran Tangan untuk Bangkit Bersama
    05 LAMR Bukit Batu Tegaskan Dukungan kepada Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden, Jaga Keamanan Berlandaskan Adat dan Kebersamaan
    06 Puntung Rokok di Roti MBG, Kepercayaan Wali Murid Kembali Tercederai
    07 Pelabuhan Sungai Selari Berbenah, Harapan Baru e-Ticketing di Tengah Antrean yang Selama Ini Mengular
    08 Di Tengah Keraguan, Desa Pangkalan Jambi Membuktikan Integritas dan Jadi Terbaik Anti Korupsi se-Riau
    09 Spiderman Antar Makan Bergizi, Pagi Ceria Murid SD di Bengkalis
    10 Gelombang Pagi di Selat Bengkalis: KLM Ima Setia Tenggelam, Semua Kru Selamat
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com