Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Kasmarni Buka Pintu Rekonsiliasi: Pilkada Usai, Saatnya Golkar dan Pemerintah Bengkalis Bergandengan Tangan
Rabu, 28-10-2026 - 16:19:26 WIB | Alfis
Bupati Bengkalis Kasmarni
TERKAIT:
   
 

Mandau, Riauline.com — Politik tidak seharusnya berhenti pada siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ketika kontestasi usai, yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kekuatan politik kembali duduk bersama, menanggalkan perbedaan, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Pesan itulah yang mengemuka dari pernyataan Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar.


Di tengah dinamika politik yang mewarnai perjalanan Kabupaten Bengkalis, Kasmarni menyampaikan sikap terbuka terhadap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Partai Golkar Bengkalis. Baginya, pergantian kepemimpinan partai tidak semestinya menjadi penghalang bagi terbangunnya komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah.


“Kami siap bersinergi dengan siapa pun yang jadi Ketua Golkar Bengkalis nantinya. Tak usah khawatir, Cik Syahrial, titip saja Golkar ke kami,” ujar Kasmarni saat memberikan sambutan dalam acara Musda yangvdi gelar di Hotel Grand Zuri Mandau, Selasa (27/10/26).


Pernyataan tersebut bukan sekadar ungkapan dalam forum politik. Di balik kalimat itu, tersirat pesan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan partai politik perlu dibangun di atas kepentingan yang lebih besar, yakni keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bengkalis.
Kasmarni juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ketika proses politik telah selesai, perbedaan itu tidak seharusnya terus dipelihara hingga menghambat hubungan antarpihak. Baginya, persaingan politik memiliki batas waktu, sedangkan tanggung jawab membangun daerah harus terus berjalan.


“Pilkada sudah usai, tak ada perbedaan, yang ada kebersamaan. Yang sudah sudahlah. Kami tak mau dendam, dendam itu banyak mudarat daripada manfaat,” tegasnya.


Pesan tersebut menempatkan rekonsiliasi sebagai bagian penting dalam kehidupan politik daerah. Sebab, pembangunan tidak mungkin hanya bertumpu pada satu kelompok atau kekuatan politik. Diperlukan komunikasi yang terbuka, sikap saling menghormati, serta kesediaan untuk menyatukan gagasan meskipun sebelumnya berdiri di pilihan yang berbeda.


Bagi Bengkalis, sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik juga memiliki arti strategis. Berbagai persoalan daerah membutuhkan dukungan pemikiran, pengawasan, dan partisipasi banyak pihak. Hubungan yang sehat antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu unsur penting agar kebijakan publik dapat berjalan dengan baik dan aspirasi masyarakat memperoleh ruang yang semestinya.


Namun, kebersamaan politik bukan berarti menghilangkan fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Pemerintah daerah tetap menjalankan kewenangan eksekutif, sementara partai politik dan para wakilnya di DPRD memiliki peran dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjalankan fungsi pengawasan, serta melaksanakan tugas kelembagaan sesuai ketentuan yang berlaku.


Karena itu, pesan Kasmarni dalam Musda Golkar dapat dibaca sebagai ajakan untuk membuka lembaran baru dalam hubungan politik di Bengkalis. Perbedaan masa lalu tidak harus menjadi beban untuk melangkah ke depan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi ruang untuk memperkaya gagasan selama semua pihak bersedia menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok.


Pada akhirnya, rekonsiliasi politik tidak cukup berhenti pada pernyataan di atas panggung Musda. Ukurannya terletak pada bagaimana komunikasi terus terjaga, kerja sama diwujudkan secara nyata, dan setiap pihak tetap menjalankan tanggung jawabnya. Bagi masyarakat Bengkalis, yang paling dinantikan bukan sekadar pesan kebersamaan, melainkan bukti bahwa perbedaan politik benar-benar dapat disisihkan demi pembangunan daerah yang lebih baik.


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Kasmarni Buka Pintu Rekonsiliasi: Pilkada Usai, Saatnya Golkar dan Pemerintah Bengkalis Bergandengan Tangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Iskandar Hoesin Tutup Usia, Dharma Firdaus : Dunia Olahraga Riau Kehilangan Sosok Pejuang Prestasi
    02 Kasmarni Buka Pintu Rekonsiliasi: Pilkada Usai, Saatnya Golkar dan Pemerintah Bengkalis Bergandengan Tangan
    03 Yulisman Tegaskan Golkar Tegak Lurus dengan Pemerintah, Musda Bengkalis Jadi Panggung Rekonsiliasi Politik
    04 Fakhtiar Qadri Nahkodai Golkar Bengkalis, Saatnya Merajut Soliditas dan Meredam Sekat Politik
    05 Edi Sakura: Pembina Pramuka Berkualitas, Kunci Melahirkan Generasi Berkarakter
    06 Ketika Sawit Membakar Langitnya Sendiri
    07 Dari Pinggir, Pramuka Bengkalis Tebar Pesan Damai ke Seluruh Dunia Lewat JOTA-JOTI 2026
    08 Rekrutmen Empat Tenaga Kontrak Pertamina Sungai Pakning Dibatalkan, Peluang Anak Tempatan Kembali Terbuka
    09 Tabrakan Maut di Jalan Sembada Pematang Duku, Penumpang Honda Beat Meregang Nyawa
    10 Pawang Perkasa Scout Camp III: Tak Sekadar Berkemah, Pramuka Bengkalis Tanam Mangrove dan Asah Jiwa Kepemimpinan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com